Kamis, 13 November 2014

Konflik Sosial


        Konflik adalah suatu proses social individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan, dan adakalanya disertai dengan ancaman serta kekerasan. Dahrendorf mengemukakan bahwa masyarakat memiliki dua wajah yaitu konflik dan consensus, menurutnya masyarakat tidak akan ada tanpa konflik dan consensus karena keduanya menjadi persyaratan satu sama lain. Dalam masyarakat tidak akan terjadi konflik jika tidak ada consensus sebelumnya, namun konflik juga dapat melahirkan consensus dan integrasi apabila diselesaikan secara baik dan tepat. Adapun menurut Collins, konflik merupakan proses sentral dalam kehidupan, konflik bukanlah suatu hal yang baik atau buruk karena pada dasarnya setiap orang memiliki sifat social, namun dengan adanya berbagai kepentingan masing-masing yang berbeda –beda mengakibatkan terjadinya benturan kepentingan yang akhirnya melahirkan pertentangan atau konflik. Faktor-faktor penyebab konflik social adalah adanya perbedaan individu, perbedaan latar belakang kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan-perubahan nilai yang cepat.
Bentuk-bentuk konflik social antara lain sebagai berikut.
c.    Berdasarkan Posisi Pelaku yang berkonflik
1)    Konflik vertical, yaitu konflik antar komponen masyarakat dalam suatu struktur yang memiliki hierarki.
2)    Konflik horizontal, yaitu konflik antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan sama.
3)    Konflik diagonal, yaitu konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi sumberdaya keseluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentangan ekstrim.



b.    Berdasarkan Sifatnya
1)    Konflik destruktif, yaitu konflik yang muncul karena adanya peasaan tidak senang, rasa benci, dan dendam dari seseorang atau kelompok terhadap pihak lain, konflik ini menyebabkan bentrokan fisik.
2)    Konflik konstruktif, yaitu konflik yang bersifat fungsional dan muncul karena adanya perbedaan pendapat dari individu/kelompok dalam menghadapi suatu masalah. Konflik ini dapat melahirkan konsensus. Misalnya debat dalam suatu seminar.

c.    Berdasarkan Konsentrasi Aktivitas Manusia di dalam Masyarakat
1)    Konflik sosial, yaitu konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan sosial dari pihak yang berkonflik. Konflik ini dapat berupa konflik sosial vertikal dan konflik sosial horizontal.
2)    Konflik politik, adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan.
3)    Konflik ekonomi, yailu konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari piliak yang berkonflik.

d.    Konflik Menurut Soerjono Soekanto
1)    Pertentangan pribadi, merupakan bentuk pertentangan antar individu.
2)    Pertentangan rasial, terjadi karena perbedaan ciri-ciri fisik, sehingga disebut konflik antar rasial.
3)    Pertentangan antar kelas sosial, yaitu pertentangan dalam sejumlah organisasi politik, antara anggota atau organisasi politik masyarakat.
4)    Pertentangan yang bersifat internasional, yaitu pertentangan antar negara yang menyangkut masalah perbedaan persepsi dan kepentingan.

Suatu konflik dapat mengakibatkan bertambahnya solidaritas in group, retaknya persatuan dalam kelompok, perubahan kepribadian para individu, jatuhnya korban manusia dan hancurnya harta benda, serta akomodasi.
Cara menanggulangi konflik yaitu :
a.    melalui kompromi atau perundingan di antara pihak-pihak yang sedang berkonflik.
b.    rekonsiliasi, yaitu upaya menjalin persahabatan kembali dengan menumbuhkan rasa saling percaya bagi pihak-pihak yang sedang berkonflik,
c.    melalui upaya perdamaian menuju meja perundingan bagi kelompok yang sedang bertikai, dan
d.    pencapaian kesepakatan untuk mengakhiri sengketa.
Selain itu, konflik dapat diatasi dengan berbagai bentuk akomodasi
Integrasi sosial merupakan penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.


Para penganut fungsionalisme struktural menyatakan bahwa sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan sebagai berikut.
a.     Masyarakat terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus di antara sebagian besar masyarakat.

b.     Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat secara bersamaan menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross cutting affiliations), sehingga konflik yang terjadi di antara suatu kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan dapat segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross cutting loyalties) dari para anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.

Berdasarkan pada teori di atas, maka dapat disimpulkan bahwa untuk menciptakan integrasi sosial dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia sangat dibutuhkan adanya interseksi dan konsolidasi agar tercipta cross cutting affiliations dan cross cutting loyalties. Sehingga interseksi dan konsolidasi memberi pengaruh yang sangat besar dalam menciptakan integrasi. Integrasi berlangsung melalui proses berikut.
Rounded Rectangle: Akomodasi Rounded Rectangle: Kerja sama Rounded Rectangle: Koordinasi Rounded Rectangle: Asimilasi
 



Adapun cepat lambatnya proses integrasi dipengaruhi oleh faktor kelompok, besar kecilnya kelompok, mobilitas geografis, dan efektivitas komunikasi.
Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial dimaknai sebagai suatu gerak perpindahan seseorang atau sekelompok orang dari suatu status sosial menuju status sosial lain. Gerak perpindahan tersebut berakibat pada naik turunnya status sosial maupun tidak. Adapun mobilitas sosial yang menggunakan media protes dan kekerasan dengan penuh emosi disebut dengant gerakan sosial.
Jenis-jenis mobilitas sosial antara lain sebagai berikut.
a.    Mobilitas Geografik
Mobilitas geografik yaitu perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah menuju daerah lain yang disebut juga dengan istilah migrasi. Sebagian tokoh menganggap sama antara mobilitas geografik dengan mobilitas horizontal.
b.    Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial yaitu perpindahan individu atau kelompok dari suatu status sosial menuju status sosial lain.
1)    Mobilitas horizontal yaitu peralihan individu, kelompok, ataupun objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial menuju kelompok sosial lainnya yang sederajat dalam lapisan sosial yang sama sehingga lapisan sosial yang ditempati tidak mengalami perubahan.
2)    Mobilitas vertikal yaitu perpindahan individu atau sekelompok orang dari suatu kedudukan sosial menuju kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat / lapisan sosial yang berbeda.

Mobilitas sosial vertikal yang naik (gerak sosial naik) disebut juga dengan istilah social climbing (upward mobility). Social climbing memiliki dua bentuk utama yaitu masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah / lebih rendah ke dalam kedudukan yang tinggi / lebih tinggi dan dibentuknya kelompok baru yang ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok tersebut.
Mobilitas social yang turun(gerak social turun) disebut juga dengan istilah sinking (downward mobility).  Social sinking mempunyai dua bentuk utama yaitu turunnya kedudukan individu menuju kedudukan yang lebih rendah derajatnya dan turunnya derajat sekelompok individu ataupun tidak dihargai lagi suatu kedudukan sebagai suatu lapisan social atas.

Mobilitas Antargenerasi
Mobilits ini disebut juga dengan perbedaan status social anak dengan orang tua yang ditandai dengan perkembangan hidum dalam suatu garis keturunan. 
Mobilitas antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.  Contoh:
Mobilitas antargenerasi naik                                mobilitas antargenerasi turun
 


Kakek                                 Nenek                    kakek                                       Nenek
Petani                                 Petani                 Pengusaha                                   Pengusaha
                                                                                        Ayah                                    Ibu
                                                                               Karyawan                                     Karyawan
                                                                                                                           Anak Buruh
Ayah                                    Ibu                           Ayah                                    Ibu
Mantri                                   Guru                       Dosen                                Dokter

       Anak                                                                      Anak
       Dokter                                                                     Bidan








Mobilitas intragenerasi
Mobilitas intragenerasi adalah peralihan status social yang terjadi dalam suatu generasi yang sama.  Mobilitas intragenerasi dapat dilihat dari status social yang dimiliki dalam suatu keluarga. 
Contoh.
Ayah
Perangkat Desa        Ibu


 
 




Anak 1             Anak 2              Anak 3
Pengusaha         Petani               Guru
Menurut Soerjono Soekanto, saluran terpenting dalam mobilitas social adalah angkatan bersenjata, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, organisasi politik, ekonomi dan keahlian, lembaga perkawinan dan organisasi pemerintah.  Fakor pendorung terjadinya mobilitas social meliputi sebagai berikut:
Struktur
Perpindahan antarstatus social hanya dapat terjadi apabila status social tinggi yang dituju memang ada dan menyediakan ruang unutk diisi serta cara yagn mudah untuk memperolehnya.  Faktor struktur dapat dirinci ke dalam dua hal, antara lain sebagai berikut:
Struktur pekerjaan, perbedaan tersebut tampak pada pembagian lapangan kerja yang tersedia.  Pada masyarakat agraris mobilitas sosialnya cenderung rendah, karena masyarakatnya hanyak mungkin beralih status social dalam lapisan social yang sama.
Perbedaan tingkat kelahiran, hal ini dapat memicu mobilitas social dengan gejala yaitu warga masyarakat yang berasal dari status sosial
Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan, yaitu masyarakat majemuk yang terbentuk atas beberapa kelompok ataupun etnik dengan kekuatan kompetitif tidak seimbang di mana salah satu pihak memiliki kekuatan kompetitif yang lebih besar (mayoritas)mdan mendominasi kelompok lain.
Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan, yaitu keadaan di mana dalam suatu masyarakat terdapat suatu kelompok etnik minoritas yang memiliki kjekuatan kompetitif unggul sehingga mendominasi dalam kehidupan ekonomi politik masyarakat.
Masyarakat majemuk dengan fragmentasi, yaitu masyarakat yang terbentuk atas beberapa kelompok serta etnik di mana di dalamnya tidak terjadi dominasi baek dari aspek politik maupun ekonomi karena semua kelompok jumlahnya kecil. Pada masyarakat majemuk dengan fragmentasi pada umumnya stabil meskipun terdapat potensi konflik yang disebabkan rendahnya kemampuan (coalition building).
            Faktor-faktor yang menjadi dasar untuk membedakan kelompok social adalah adanya hubungan (interaksi) social, kesadaran akan jenis yang sama, dan orientasi pada tujuan yang  sudah ditentukan.          Macam-macam kelompok social antara lain sebagai berikut.
a.    In-group dan out-group
In-group adalah kelompok social yang menjadi tempat bagi individu-individu anggotanya mengidentifikasikan dirinya. Sedangkan out-group adalah kelompok social yang oleh para anggotanya diartikan sebagai lawan in group-nya. Secara umum para anggota in-group memiliki sikap keterkaitan dengan menonjolkan symbol-simbol kelompoknya. Sedangkan sikap out-group sering kali ditandai dengan suatu kelainan yang berupa antagonism atau antipati.
  1. Kelompok Primer (Primary Group) dan kelompok sekunder (secondary Group)
Kelompok primer adalaj kelompok-kelompok yang ditandai dengan adanya cirri-ciri saling mengenal antaranggotanya serta adanya kerja sama erat yang bersifat pribadi. Hubungan erat dan bersifat pribadi tersebut adalah adanya peleburan individu-individu ke dalam kelompok-kelompok sehingga tujuan individu juga menjadi tujuan kelompok. Syarat utama keanggotaan kelompok primer adalah antaranggota kelompok saling berdekatan secara fisik, kelompok tersebut kecil, dan adanya suatu kelanggengan hubungan antaranggota kelompok yang bersangkutan.
            Sifat dari hubungan antaranggota kelompok primer adalah adanya kesamaan tujuan, bersifat pribadi, dan inklusif.
            Adapun istilah kelompok sekunder biasa dipakai untuk meggambarkan apa yang menjadi lawan dari kelompok primer, yaitu kelompok-kelompok besar yang terdiri dai banuak orang dengan hubungan yang tidak perlu  didalsarkan pada saling mengenal secara pribadi serta sifatnya yang tidak terlalu langgeng.
c.    Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesellschaft)
Gemeinschaft adalah suatu kelompok social/kehidupan bersama di mana para anggotanya terikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal, serta didasarkan pada perasaan cinta atau perasaan batin yang kuat. Ciri pokok dari paguyuban adalah intimate, private, dan exclusive.
Dalam paguyuban terdapat adanya kemauan bersama (common will), pengertian (understanding), serta kaidah yang timbul dengan sendirinya dari kelompok tersebut.

Terdapat tiga tipe paguyuban yaitu sebagai berikut.
1)    Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood). Contoh : keluarga.
2)    Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place). Contoh: rukun tetangga, rukun warga.
3)    Paguyuban karena jiwa-pikiran (gemeinschaft of mind).

Adapun gesellschaft adalah kelompok social dengan ikatan lahir yang bersifat pokok dan formal, badan usaha, dan sebagainya. Cirri pokok gesellschaft adalah terbatas pada urusan tertentu, merupakan hubungan antarperan dan status, serta bersifat public life. Bentuk campuran antara paguyuban dan patembayan disebut burgerliche gesellschaft. Contohnya: Firma, PT, dan sebagainya.
d.    Formal Group dan Informal Group
Formal Group adalah kelompok social yang mempunyai peraturan-peraturan tegas dan diciptakan dengan sengaja oleh para anggotanya untuk mengatur hubungan antarmereka sendiri. Formal group dikenal dengan istilah asosiasi. Adapun informal group adalah kelompok social yang tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti.
  1. Membership Group dan Reference Group
Membership group adalah suatu kelompok social dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut (suatu kelompok social yang para anggotanya tercatat secara fisik).
Berdasarkan derajat interaksi dalam kelompok maka ditemukan adanya dua istilah, yaitu nominal group member (orang yang dianggap masih interaksi dengan kelompok social bersangkutan oleh anggota lain, meskipun interaksinya tidak intens) dan peripheral group member (dianggap sudah tidak berhubungan lagi dengan kelompok bersangkutan sehingga kelompok tersebut tidak mempunyai kekuasaan apa pun juga atas anggota/kelompok  tersebut).
Adapun reference group adalah kelompok social yang menjadi acuan dalam berperilaku maupun mengembangkan kepribadian para individu yang tidak tercatat secara fisik dalam keanggotaan kelompok tersebut. Bias juga diartikan sebagai kelompok social yang menjadi acuan bagi seseorang bukan anggota untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
Terdapat dua tipe umum reference group, yaitu sebagi berikut.
1)    Tipe normative, adalah kelompok social yang menentukan dasar dasar bagi kepribadian seseorang. Tipe ini merupakan sumber nilai bagi individu baik yang menjadi anggota maupun bukan anggota.
2)    Tipe perbandingan, adalah pegangan bagi individu dalam menilai kepribadiannya. Tipe ini dipakai sebagai perbandingan untuk menentukan kedudukan seseorang.

  1. Kelompok Okupasional dan Volonter
Kelompok okupasional merupakan kelompok orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Sedangkan kelompok volonter meliputi orang-orang yang mempunyai kepentingan sama namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat.



Adapun klasifikasi kelompok social yang tidka teratur meliputi hal-hal sebagai berikut.
a.     Kerumunan (crowd)
Ukuran yang dipakai untuk melihat adanya kerumunan adalah kehadiran orang-orang secara fisik. Sedikit banyaknya orang tentang batasan kerumunan adalah sejauh mata dapat melihat dan selama telinga dapat mendengarnuya.
Secara umum, kerumunan memiliki beberapa ciri sebagai berikut.
1)    Merupakan kumpulan orang dalam suatu tempat yang tidak terorganisasi.
2)    Keberadaanya bersifat sementara dam mudah bertindak destruktif.
3)    Kedatangannya dalam suatu tempat tertentu didasarkan pada reaksi terhadap rangsangan yang sama sefara bersama-sama dalam batas lingkungan tertentu.
4)    Control diri sangat lemah dan tenggelam dalam karakteristik.

b.    Publik
        Publik merupakan kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melaluiberbagai alat komunikasi seperti surat kabar, radio, televise, atau yang lain.
        Adapun ciri-ciri public adalah sebagai berikut :
1)    Suatu kelompok yang bukan merupakan kesatuan(kelompok yang tidak teratur).
2)    Interaksi antar anggotanya berlangsung secara tidak langsung (melalui mediamassa).
3)    Perilaku public didasakan pada perilaku individu.
4)    Tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya dan keanggotaannyaterdiri dari bebagai lapisan masyarakat, serta mempunyai meniat yang sama terhadap suatu masalah.
5)    Berusaha ntuk menguasai maslah tersebut dan adanya kecenderugan berpikir rasional.

c.     Massa

        Massa merupakan kumpulan manusia dengan cirri-ciri sebagai berikut :
1)    Terdri dari orang-orang dari segala lapisan dan tingkat social dalam masyarakat.
2)    Bersifat anatomi dan heterogen serta kurang kritis dan mudah percaya pada pihak lain
3)    Tidak ada interaksi dan interrelasi satu dengan yang lain karena masing-masing terpisah.
4)    Tidak bias etindak secara teratur dikarenakan ikatan social/organisasinya sangat longgar.
5)    Sangat mudah tersiggung, terkadang muncul fanatik yang berlebihan, bersemanat dan berani, serta bias berbuat sesuatu tanpa memikrkan tanggung jawab.
6)    Dapat diklarifikasikan ke dalam dua jenis, yaitu massa terlihat dan tak terlihat.







Adapun pengklarifikasian kelompok sosial berdasarkan kesatuan tempat dibedakan sebagai berikut :

Masyarakat Setempat (Community)
Masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu dan yang menjadi dasar adanya masyarak setempat adalah lokalitas serta perasaan semasyarakat setempat tersebut.Fungsi masyarakat setempat adalah sebagai tolak ukur untuk menggarisbawahi hubungan antara interaks sosial dengan satu wilayah geografi tertentu.
Pada masyarakat setempat tersebut muncul adanya perasaan komunitas (community sentiment) yaitu perasaan yang merupakan hasil identifikas terhasap tempat tinggal. Komunitas memiliki beberapa unsur perasaan yaitu seperasaan, sepenggungan dan saling memerlukan.

Masyarakat Pedesaan (Rural Community)dan Masyarakat Perkotaan (Urban Community)
Perbincangan mengenai masyarakat pedesaan dan perkoyaan tidak terlepas dari fenomena sosial berupa urbanisasi. Urbanisasi merupakan suatu prosesperpindahan penduduk dari desa ke kota atau bisa juga dkatakan sebagai proses terjadinya masyarakat perkotaan.

Terdapat beberapa pola relasi antarkelompok social, yaitu sebagai berikut :

a.Kolonialisme,yaitu pengambilalihan dan penguasaan sebuah wilayah oleh sebuah kekuasaan asing yang disertai dengan dominasi social dan ekonomi atas masyarakat setempat.
b.Pemindahan,selain melakukan dominasi,terkadang suatu kelompok melakukan pemindahan kelompok masyarakat yang terdominasi ke tempat lain.
c.Genosida,yaitu pembunuhan secara sistematis dalam rangka menghancurkan kelompk ras,etnis, atau agama tertenu. Genosida terjadi karena adanya rasisme dan etnosentisme dan tergolong dalam pelanggaran HAM berat.
d.Perbudakan,yaitu sistem penghambaanyan terlembagakan.
e.Segregasi,yaitu pemisahan kelompok rasa tau etnik secara paksa.
f.    Resistensi,yaitu upaya kelompok minoritas utuk menghindari konfrontansi/kontak yang tak mengenakan dengan kelompok dominan melalui jalan mensegregasikan sendiri dan memilih untuk mengisolasi diri.
g.Driskiminasi,yaitu perlakuan tidak adil yang dilakukan secara sengaja terhadap orang/kelompok lain yang didasarkan pada prasangka mengenai identitas aama,ras, ataupun etnis.
h.Amalgamasi,yaitu perkawinan campuran antar kelompok yangberbeda.
i.     Pluralisme,yaitu suatau keadaan di mana kelompok yang berbeda ras ,etnik atau agama saling memelihara identitas budaya dan jaringan social, serta tetap bersama-sama berpatisipasi dalam system ekonomi dan politik.
j.     Multikulturalisme,yaitu kebijakan publik yang mendorong seluruh kelompok budaya dalam masyarakat untuk bersedia menerima dan berinteraksi dengan kelompok lain secara sederajat tanpa mempedulikan perbedaaan budaya,etnis ,gender ,bahasa ,ataupun agama sehingga multukulturalisme tidak hanya sekedar keanekaragaman budaya mesyarakat multikultur.

GLOSARIUM :
Abagan : golongan masyarakat yang menganut Agama Islam, tetapi tiak melaksanakan ajaran agama secara keseluruhan.
Abstrak :tidak berwujud, tidak berbentuk.
Akomodasi : penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
Ambiguitas : kemungkinan yang mempuyai 2 kemungkinan; ketidak tentuan atau ketidak jelasan.
Apatis   : acuh tak acuh; tidak peduli; masa bodoh.
Arbitrasi : usaha perantara dalam meleraikan sengketa.
Asosiasi : perkumpulan orang yang mempunyai kepentingan bersama.
Audience : pengunjung atau pendengar suatu ceramah.
Apresiasi: harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang.
Abstrak : Iktishar (karangan, laporan); ringkasan; inti (abstrak : penyusunan abstrak).
Angket : Daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan.
Biologis: berhubungan dengan keadaan dan sifat makhluk hidup.
Diferensiasi sosial : pembedaan penduduk atau masyarakat yang sifatnya tidak hierarkis bertingkat.
Demografi : ilmu tentang susunan, jumlah, dan perkembangan peduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suku bangsa yang dilihat dari sudut sosial politik ; ilmu kependudukan.
Desersi: (perbuatan) lari meninggalkan dinas ketentaraan ; pembelotan keapada musuh ; perbuatan lari dan memihak pada musuh.
Diskriminasai : pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasakan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya).
Destruktif : bersifat merusak; memusnahkan; atau menghancurkan.
Destruktif : Bersifat destruksi (merusak ,memusnahkan, atau menghancurkan).
Disintegrasi : Keadaan tidak bersatu padu; keadaan terpecah belah; hilangnya keutuhan atau persatuan; perpecahan.
Dinamis: penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut.
Dalil : Keterangan yang dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran; pendapat yang dikemukakan atau dipertahankan sebagai suatu kebenaran.
Data kualitatif : Data yang berupa kata-kata atau ungkapan-ungkapan.
Data kuantitatif : Data yang berupa angka-angka.
Deskripsi : Pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.
Desentralisasi: sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan pada pemerintah daerah.
Diverse : bermacam macam.
Dikotomi: pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan.
Diskriminasi: pembedaan perlakuan tehadap sesama warga negara (bedasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya).
Disfungsi : Perihal tidak berfungsi secara normal atau terganggu fungsinya.
Etnosentrisme : sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudaaan lain.
Etnis : bertalian dengan kelopok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, bahasa, agama.
Endemik : penyakit yang berjangkit di suatu daerah tertentu; secara tetap terdapat di tempat2 atau di kalangan orang2 tertentu atau pada golongan suatu masyarakat.
Extended family: keluarga luas.
Ekologis: ilmu tentang hubungan penduduk dengan lingkungn alam, teknologi, dan masyarakat manusia.
Eksistensi: keberadaan.
Ekskusivitas: kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.
Elite        : kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajad tinggi.
Empati: keadaan mental yang membuat seseorang merasaatau mengidentivikasi dirinya balam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Evolusi : Perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-perlahan (sedikit demi sedikit).
Eksperimen : Percobaan yang bersistem dan terencana untuk membuktikan suatu teori, dan sebagainya.
Eksplorasi : Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan); kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru.
Fanatisme : keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (agama, politik, dan sebagainya).
Fundamental      : bersifat dasar
Feodal : berhubungan dengan susunan masyarakat yang di kuasai oleh kaum bangsawan; cara kepemilikan tanah pada abad pertengahan di eropa.
Formal : resmi; sesuai dengan peraturan yang sah.
Fundamentalisme: faham yang cenderung untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal.
Gender : jenis kelamin; pembedaan peranan pria dan wanita yang di bentuk oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.
Gecatan senjata: penghentian tembak menembak (tentang perang).
Geografis: berhubungan dengan ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, dan fauna.
Gregariousness: binatang yang mempunyai sifat hidup berkelompok.
Genom: satu gugus mosom yang selaras dengan segugus sel dari suatu jenis.
Global   : meliputi seluruh dunia.
Globalisasi: proses masuknya ke ruang lingkup dunia.
Generalisasi : Perihal membentuk gagasan atau simpulan umum dari suatu kejadian, hal, dan sebagainya; perihal membuat suatu gagasan yang lebih sederhana daripada yang sebenarnya.
Heterogen: terdiri dari berbagai unsur yang berbeda sifat atau berlainan jenis; beraneka ragam.
Homogen : terdiri dari berbagai unsur yang sama.
Horizontal : terletak pada garis atau bidang yang sejajar.
Hegemoni: pengaruh kepemimpinan,dominasi, kekuasaan suatu negaraatas negara lain (atau suatu kelompok atas kelompok lain).
Historis : bersejarah.
Hedonisme : Pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.
Heterogen : Terdiri dari berbagai unsur yang berbeda sifat atau berlainan jenis; beraneka ragam.
Hipotesis : Sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan; anggapan dasar.
Homogen : Terdiri atas jenis, macam, sifat, watak, yang sama.
Kasta : golongan (tingkat/ derajad) manusia di masyarakat beragama hindu.
Kompromi : persetujuan dengan jalan damai atau saling mengurangi tuntutan (tentang persengketaan).
Konflik sosial : pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan; perspektif atau sudut pandang tertentu dimana konflik dianggap selalu ada dan mewarnai segalanya aspek interaksi manusia dan struktur sosial ; pertikaian terbuka seperti perang, revolusi, kemogokan, dan gerakan perlawanan.
Kosiliasi : usaha mempertemukan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan menyelesaikan perselisihan tersebut.
Konstruktif : bersifat membina; memperbaiki,. Membangun.
Kelompok sosial: kumpulan manusia yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan lain tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
Klasifikasi: penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetakan.
Klik: kelompok kecil orang tanpa struktur formal yang mempunyai pandangan atau kepentingan bersama.
Komunikasi: hubungan; kontak; pengiriman dan penerimaan pesan aau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Konstan : tetap tidak berubah; terus menerus.
Kasta: golongan (tingkat atau derajad) manusia di masyarakat beragama hindu.
Konflik sosial: pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan; perspektif atau sudut pandang tertentu dimana konflik dianggap selalu ada dan mewarnai segalanya aspek interaksi manusia dan struktur sosial; pertikaian terbuka seperti perang, revolusi, kemogokan, dan gerakan perlawanan.
Kelompok okupasional: berhubngan dengan pekerjaan atau tugas seseorang.
Kesatuan sosial: bagian-bagian dalam masyarakat.
Kohesi  : hubungan yang erat; perpaduan yang kokoh.
Konsentrasi: pemusatan pikiran atau perhatian pada suatu hal.
Kapitalisme: sistem dan faham ekonomi (perekonomian) yang modalnya (penanam modalnya, atau kegiatan industrinya) bersuber pada modal pribadi atau perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.
Konsensus: kesempatan kata pemufakatan bersama (mengenai pendapat, pendirinya) yang dicapai melalui kebulatan suara.
Kongkuren         : lawan bersaing; persaingan.
Konvensi: aturan atau praktik berdasarkan persetujuan umum dan dipertahankan oleh masyarakat umum; aturan atau praktik berwibawa yang diakui suatu cabang seni atau ilmu tertentu. Didalam hukum nternasional konvensi bararti persetujuan antara beberapa negara yang bukan berupa politi; perjanjian antara pihak-pihak yang beroerang mengenai hal-hal tertentu,misalnya larangan memakai jenis senjata tertentu.
Komunitas: kelompok organisme (orang, dsb) yang hidup dan saling berinteraksi didalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban.
Kosmopolitan: mempunyai wawasan dan pegetahuan yang luas terjadi dari orang-orang atau unsur-unsur yang berasal dari berbagai penjuru dunia.
Komprehensif : Bersifat mampu menangkap (menerima) dengan baik; mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas.
Kondusif : Memberi peluang pada hasil yang diinginkan; bersifat mendukung.
Kunsemerisme : Paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan; gaya hidup yang tidak hemat.
Klan : Kesatuan geneologis yang mempunyai kesatuan tempat tinggal dan menunjukkan adanya integrasi sosial; kelompok kekerabatan yang besar.
Komunikasi sosial : Komunikasi antarkelompok sosial dalam masyarakat.
Kontak sosial : Hubungan antara satu pihak dan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial.
Kuesioner : Alat riset atau survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis; bertujuan untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok orang terpilih melalui wawancara pribadi atau melalui pos; daftar pertanyaan.
Kuota : Jatah; jumlah yang telah ditentukan.
Oligarki : pemerintahan oleh beberapa orang yang merupakan bagian kecil dari masyarakat.
Objek: hal; perkara atau orang yang menjadi pokok pembicaraan; benda; orang yang dijadikan sasaran untuk diteliti.
Out group : kelompok luar.
Orientasi: peninjauan untuk menentukan sikap (arah,tempat,dsb).
Objektif : Mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
Observasi lapangan : Pengamatan terhadap perilaku manusia dalam keadaan alamiah.
Patrilineal : garis keturunan ayah dengan penghubung laki laki.
Prestice : peranan social terhadap kedudukan tertentu; tingkatan tertentu pada posisi posisi yang dihormati.
Privelese : keistimewaan yang di berikan pada seseorang yang mugkin bersifat positif atau negatif.
Primordialisme : suatu paham yang menganggap kelompoknya lebih tinggi dibanding kelompok lain.
Progresif : ke arah kemajuan; berhalauan ke arah perbaikan dari keadaan sebelumnya.
Polietnis : terdiri dari banyak etnis.
Primordialisme: pemikiran yang mengutamakan atau menempatkan pada tempat yang pertama kepentingan suatu kelompok atau komunitas masyarakat.
Primer   : yang pertama; yang terutama ; yang pokok.
Publik: orang banyak (umum); semua orang yang datang (menonton, mengunjungi).
Perubahan sosial: perubahan yang terjadi dalam sendi-sendi kehidupan  bermasyarakat.
Profesionalitas  : kemampuan untuk bertindak.
Partisipan : orangyang ikut berperan serta dalam suatu kegiatan (pertemuan, konferensi,seminar,dsb).
Patriarkat: sistem pengelompokan sosial yang sangat mementingkan garis keturunan bapak.
Pedagogis: bersifat mendidik.
Plural     : jamak, lebih dari satu.
Primordial: kreatif, tua, yang mula-mula, orisinal, atau utama.
Primordialisme: pemikiran yang mengutamakan atau menempatkan pada tempat yang pertama kepentingan suatu kelompok atau komunitas masyarakat.
Preventif : Bersifat mencegah (supaya jangan terjadi apa-apa).
Primordialisme : Pemikiran yang mengutamakan atau menempatkan pada tempat yang pertama kepentingan suatu kelompok atau komunitas masyarakat.
Psikosomatis : Berhubungan dengan gangguan emosi atau mental (tentang penyakit).
Poligami : Sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki/ mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan.
Populasi : Jumlah orang atau pribadi yang mempunyai ciri-ciri yang sama; sekelompok orang, benda, atau hal yang menjadi sumber pengambilansampel; suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan maslah penelitian.
Ras : golongan bangsa berdasarkan ciri2 fisik / golongan manusia yang dapatdi bedakan dari golongan manusia lainnya berdasrkan ciri-ciri fisik.
Rasional : menurut pikiran dan pertimbangan yang logis, menurut pikiran yang sehat, cocok dengan akal.
Relevan: kait-mengait, bersangkut-paut; berguna secara langsung.
Rural community: masyerakat pedesaan.
Represif : bersifat menekan; mengekang; menahan ; atau menindas.
Reduksi: pengurangan, pemotongan (harga,dan sebagainya).
Referensi: sumber acuan (bujukan,petunjuk).
Random : Secara acak.
Responden : Penjawab (atas pertanyaan yang diajukan untuk kepentingan penelitian).
Relevansi : Hubungan; kaitan.
Reliabilitas : Perihal sesuatu yang bersifat reliabel (bersifat andal); ketelitian dan ketepatan teknik pengukuran; keterandalan.
Retorika : Keterampilan berbahasa secara efektif; (retoris : bersifat retorika).
Represif : Bersifat menyembuhkan.
Revolusi : Perubahan ketatanegaraan (pemerintah atau keadaan sosial) yang dilakukan dengan kekerasan (seperti perlawanan dengan senjata); perubahan yang mendasar di suatu bidang.
Status: posisi dalam suatu hierarki; suatu wadah bagi hak dan kewajiban ; aspek status dari peranan.
Strata    : lapisan; tingkatan dalam masyarakat.
Segmentasi: terbagi-bagi.
Sentralisasi: berorientasi kepusat.
Sosiokultural: berkenaan dengan segi sosial dan budaya masyarakat.
Sosiogeografis  : berkenaan dengan segi sosial dan geografis.
Sistem : Suatu kesatuan beberapa komponen yang saling mendukung dan tidak ada antagonisme antara komponen-komponen itu.
Sekunder: berkenaan dengan yang ke dua atau tingkatan ke dua.
Semu     : tampak seperti asli, padahal sama sekali bukan yang sebenarnya.
Simbol  : lambang.
Societal group   : kelompok kemasyarakaan.
Statistik: catatan angka-angka (bilangan); data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala.
Subjek  : pokok pembicaraan; pelaku.
Toleransi : sikap atau sifat menenggang ( menghargai, membiarkan, membolehkan ) pendirian ( pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.
Tradisi: adat kebisaan turun temurun; penilaian atau anggaran bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar.
Uniformitas: hal (keadaan) uniform; keuniforman atau keseragaman.
Unifersal : umum ( berlaku untuk semua orang atau seluruh dunia).
Individualisme : Paham yang  menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting daripada orang lain; paham yang menghendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yang mementingkan hak perseorangan di atas kepentingan masyarakat dan negara.
Informal : tidak resmi.
In group: kelompok sendiri.
Interaksi sosial: hubungan sosial yang dinamis antar individu atau antarkelompok atau hubungan antara individu dengan kelompok.
Interrelasi: di antara beberapa hubungan.
Inovasi  : pemasukan atau pengenalan ha hal yang baru.
Intensitas: keadaan tingkatan atau ukuran intensitasnya.
Interpenden: saling tergantung.
Industrialisasi    : usaha menggalakan industri di suatu negara.
Industrialisasi : Usaha menggalakkan industri dalam suatu negara; pengindustrian.
Integratif : Bersifat integrasi (pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat).
Instrumen : sarana dalam penelitian (berupa seperangkat tes, dan sebagainya) untuk mengumpulkan datasebagai bahan pengolahan.
Institusionalisasi : Merupakan proses suatu norma menjadi bagian dari suatu lembaga (pelembagaan).
Interaksi sosial : Hubungan sosial yang dinamis antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, antara kelompok dan kelompok.
Interpretasi : Pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sesuatu; tafsiran.
Ilmiah : Bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
Identifikasi: penetapan identitas seseorang.
Indikasi: petunjuk; tanda-tanda yang menarik perhatian.
Inklusif  : termasuk atau terhitung.
Integrasi bangsa: penyatuan berbagai kelomok budaya dan sosial kedalam suatu wilatyah dan pembenukan suatu identitas nasional.
Lokal     : setempat; di suatu tempat.
Mobilitas intergenerasi: perpindahan status sosial yang terjadi di antara beberapa generasi.
Mobilitas intragenerasi: perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang            sama.
Mobilitas sosial: perubahan kedudukan warga masyarakat dari kelas sosial yang satu kekelas sosial yang lain.
Majemuk : tanggapan langsung dari suatu; serapan; proses seseorang mengetahui beberapa melalui paca indranya / terdiri atas beberapa bagian yang merupakan satu-kesatuan.
Mekanisasi: penggantian dan penggunaan tenaga mesin dan sarana-sarana teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan.
Modernisasi: proses pergeseran sikap mentalis sebagai warga masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan tuntutan masa kini.
Motif      : sebab (alasan) orang melakukan sesuatu.
Mainstream: satu budayan yang mendominasi masyarakat; budaya aliran utama yang diikuti dalam suatu masyarakat.
Monolitik: mempunyai sifat seperti kesatuan terorganisasi yang membentuk kekuatan tunggal dan berpengaruh.
Monokulturalitas: satu kebudayaan.
Multidimensional: mempunyai berbagai dimensi.
Multikulturalitas: keanekaragaman budaya dan kelompok-kelompok sosial dalam suatu masyarakat.
Multikulturalisme: gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.
Matrialisme : Pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra.
Mekanisasi : Penggantian dan penggunaan tenaga mesin dan sarana-sarana teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan.
Momentum : Saat yang tepat; kesempatan.
Metodologi : Ilmu tentang metode; uraian tentang metode.
Non komplementer: tidak bersifat saling mengisi; tidak bersifat melengkapi.
Norma : Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai.
Normatif : Berpegang teguh kepeda norma; menurut norma atau kaidah yang berlaku.
Solidaritas : solider; sifat satu rasa ( senasib ) ; perasaan setia kawan.
Sosialisasi: proses belajar seorang anggota masyerakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dilingkungannya.
Spesialisasi: pengadilan dalam suatu cabang ilmu, pekerjaan, kesenian, dsb.
Sektarian : berkaitan dengan penganut suatu aliran.
Status : posisi dalam suatu hirarki; suatu wadah bagi hak dan kewajiban ; aspek status dari peranan.
Stratifikasi sosial : pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas2 secara bertingkat (hierarkis)
Statis : keadaan tidak berubah; tidak mau menyesuaikan diri dengan keadaan zaman.
Suku bangsa : kesatuan sosial yang dapat di bedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan keadaran akan identitas perbedaan budaya khususnya bahasa.
Sampel : Sesuatu yang digunakan untuk menunjukan sifat suatu kelompok yang lebih besar; bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar; contoh.
Sampling : proses menarik sampel dari populasi.
Statistik : Data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapar memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala.
Survei : Teknik riset dengan memberi batas yang jelas atas data; penyelidikan; peninjauan.
Tabulasi : Penyusunan menurut lajur yang telah tersedia; penyajian data dalam bentuk tabel atau daftar untuk memudahkan pengamatan dan evaluasi.
Urbanisasi: perpindahan penduduk secara berduun-duyun dari desa kekota.
Urban community: masyarakat perkotaan.
Volunter: sukarelawan.
Vertikal : membentuk garis tegak lurus, tegak lurus dari bawah ke atas, atau kebalikannya. 
Validitas : Sifat benar menurut bahan bukti yang ada; logika berpikir; kekuatan hukum; bersifat valid (sahih).
Vertifikasi : Pemeriksaan tentang kebenaran laporan, pernya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar