Senin, 24 November 2014

Bagaimana Assessment Center Bekerja?



Bagaimana Assessment Center Bekerja?
Metode assessment center  termasuk  tehnik evaluasi ganda yang meliputi berbagai tipe simulasi yang berkaitan dengan pekerjaan, dan kadang-kadang wawancara dan tes psikologis. Simulasi pekerjaan yang umum digunakan dalam assessment center adalah :
·         In-basket exercise (kotak surat)
·         Diskusi kelompok
·         Simulasi wawancara dengan “subordinates” atau klien
·         Fact-finding exercise

·         Analisis/masalah pengambilan keputusan
·         Latihan presentasi oral
·         Latihan komunikasi tertulis
Simulasi dirancang untuk menerapakan perilaku yang  relevan pada aspek terpenting dari posisi atau level yang dipertimbangkan untuk peserta asesmen.
Prosedur analisis kerja mengidentifikasi perilaku, motivasi, dan jenis pengetahuan yang kritis untuk kesuksesan posisi target.
Asesmen center tradisional meliputi enam partisipan dan berlangsung dari satu sampai tiga hari. Ketika partisipan menjalani simulasi, mereka diamati oleh asesor  yang dilatih untuk mengamati dan mengevaluasi perilaku dan tingkat pengetahuan. Asesor mengamati perbedaan partisipan dalam setiap simulasi dan mencatat dalam formulir pengamatan khusus. Setelah partisipan melengkapi simulasi mereka, asesor menghabiskan satu hari atau lebih membahas pengamatan mereka dan membuat persetujuan dalam evaluasi.
Jika diperlukan,data tes dan wawancara diintegrasikan dalam proses pengambila keputusan. Asesmen terakhir berisi laporan tertulis,detail kekuatan/kelebihan partisipan                                               dan perkembangan kebutuhan, dan mungkin evaluasi keseluruhan potensi mereka untuk kesuksesan posisi target jika itu tujuan utama.
Mungkin, ciri-ciri paling penting dari metode asesmen center adalah itu tidak berhubungan dengan performansi kerja sekarang, tetapi untuk performansi kedepannya.
Dengan mengamati bagaimana seorang partisipan menangani masalah dan tantangan dari pekerjaan target atau tingkatan kerja (seperti yang disimulasikan dalam latihan), asesor mendapatkan gambaran yang valid tentang bagaimana seseorang akan bekerja pada posisi target tersebut.
Sebagai tambahan, untuk memperbaiki keakuratan dalam diagnosis dan seleksi, organisasi yang melakukan asesmen center menikmati sejumlah keuntungan tidak langsung. Para kandidat menerima keadilan dan keakuratan dalam keputusan promosi denga lebih siap dan mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang persyaratan kerja. Pelatihan manjer untuk menjadi asesor meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai tugas manajerial seperti menangani penilaian performansi dan memimpin pelatihan dan diskusi timbale balik.
Metode tersebut cukup unik karena penekanannya pada perilaku actual daripada konstruk psikologis.
Seleksi dan penempatan kandidat untuk level  manajemen  yang lebih tinggi  
Asesmen center sudah digunakan untuk membantu mengevaluasi kandidat untuk jabatan presiden organisasi, “plant”manajer, general manajer dan banyak posisi senior pemerintahan.
Diagnosa Kebutuhan Pelatihan dan Perkembangan
Metode asesmen center menyediakan cara-cara yang efektif untuk menentukan kebutuhan pelatihan dan perkembangan.
Individu kemudian ditempatkan dalam program yang paling tepat. metode  Asesmen center merupakan alat diagnosis yang sangat baik karena itu memisahkan kemampuan individu ke dalam dimensi spesifik dan kemudian menncari contoh spesifik perilaku yang baik dan buruk dalam setipa dimensi. Ini membantu peserta asesmen dan atasannya menentukan dengan  lebih tepat pelatihan da n perkembangan apa.
Menggunakan Videotape untuk mensimulasikan perilaku
Perkembangan dalam 15 tahun terakhir  meliputi penggunaan videotape untuk mensimulasikan perilaku peserta asesmen. Peserta asesmen menonton sebuah video dari suatu situasi dia akan dihadapkan pada pekerjaan. Secara periodic, tape berhenti dan peserta asesmen ditunjukkan empat pilihan dari apa yang dilakukan atau dikatakan. Skore dikalkulasikan berdasarkan respon pserta asesmen pada setiap nomor dari situasi tersebut. System penskoran dikembangkan berdasarkan studi validitas.
Aplikasi lain menggunakan simulasi video untuk memperoleh respon verbal.
Inventori Psikologis dan Tes Proyektif
Data penelitian menunjukkan bahwa kombinasi data kecerdasan dan pengamatan perilaku menyediakan cirri-ciri yang lebih menyolok dari evaluasi orang-orang daripada yang digunakan sendiri. (Thornton & Byham, 1982)
Tes proyektif biasanya sering digunakan pada asesmen center level eksekutif. Inventori untk mencocokkan pekerjaan dan profil motivais kandidat digunakan pada semua level.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar