Senin, 16 Juli 2018

KOMPONEN LITERASI INFORMASI



Literasi informasi memiliki lima komponen penting yang saling terkait.

Pertama, Literasi Dasar (Basic Literacy), yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung. Dalam literasi dasar, kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca dan menghitung berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating) dan mempersepsikan informasi (perceiving), serta mengkomunikasikan informasi berdasar pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi (drawing).


Kedua, (Library Literacy), yaitu kemampuan lanjutan untuk bisa mengoptimalkan  perpustakaan yang ada. Hal ini meliputi:
·         pemahaman tentang keberadaan perpustakaan sebagai salah satu akses mendapatkan informasi;
·         memahami perbedaan antara bacaan fiksi dan non-fiksi;
·         bagaimana memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal;
·         memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan;
·         memahami penggunaan katalog dan pengindeks-an;
·         memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan atau mengatasi masalah.

Ketiga, Literasi Media (Media Literacy), yaitu kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), serta media digital (media internet), dan kemudian memahami tujuan dalam menggunakannya. Media tersebut selama ini berfungsi sebagai hiburan semata dalam masyarakat kita. Padahal, media ini dapat berfungsi sebagai alat untuk pemenuhan informasi akan pengetahuan, memberikan persepsi positif dan menambah pengetahuan.

Keempat, Literasi Teknologi (Technology Literacy), yaitu kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Berikutnya adalah kemampuan untuk memahami teknologi untuk mencetak, presentasi dan mengakses internet. Selain itu, kemampuan ini juga mencakup pemahaman menggunakan komputer (Computer Literacy) yang didalamnya meliputi keterampilan untuk menghidupkan dan mematikan komputer, menyimpan dan mengelola data, serta menjalankan program perangkat lunak. Dengan banjirnya informasi lantaran perkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam mengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Kelima, Literasi Visual (Visual Literacy), adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audio visual secara kritis dan bermartabat. Tafsir terhadap materi visual yang setiap hari membanjiri kita, baik dalam bentuk tercetak, di televisi maupun internet, haruslah terkelola dengan baik. Hal ini menjadi penting karenamateri visual tersebut banyak memuat manipulasi dan hiburan yang benar-benar harus disaring berdasarkan etika dan norma kepatutan.

Kelima komponen literasi informasi tersebut di atas, harus diawali dengan literasi usia dini ( Early Literacy skill ) sebagai dasar komponen literasi karena literasi usia dini merupakan kemampuan yang menjadi persiapan untuk membaca dan menulis. Literasi usia dini ini harus dimulai jauh sebelum siswa masuk sekolah dan sebaiknya dimulai segera setelah siswa dilahirkan. Oleh sebab itu peran orangtua dalam menumbuhkan kemampuan literasi dini sebagai persiapan siswa belajar membaca dan menulis menjadi sangat penting.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar