Custom Search

Rabu, 01 Februari 2012

Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar




Subunit 1
Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Lisan
Pendahuluan
Menyimak merupakan proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasikan, menafsirkan, menilai, dan mereaksi terhadap makna yang termuat pada wacana lisan.
Strategi Pembelajaran Berbahasa Lisan Dan Penerapannya Melalui Kegiatan Bercerita dan Dramatisasi Kreatif

Prinsip yang melandasi pembelajaran berbahasa lisan :
-          Pengajaran ketrampilan berbahasa lisan harus mempunyai tujuan yang jelas
-          Disusun dari yang sederhana ke yang lebih komplek
-          Mampu menumbuhkan partisipasi aktif terbuka pada diri siswa
-          Harus benar-benar mengajar bukan menguji.

Kriteria Strategi pembelajaran :
-          Relevan dengan tujuan pembelajaran
-          Menantang dan merangsang siswa untuk belajar
-          Mengembangkan kreatifitas individu ataupun kelompok
-          Memudahkan siswa memahami materi pelajaran
-          Mengarahkan aktivitas belajar siswa kepada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
-          Mudah diterapkan dan tidak menuntut disediakannya peralatan yang rumit
-          Mencipatakan suasana belajar-mengajar yang menyenangkan

Berikut ini beberapa strategi pembelajaran berbahasa lisan :
  1. Menjawab pertanyaan
  2. Bermain tebak-tebakan
  3. Memberi petunjuk
  4. Identifikasi kalimat topic
  5. Main peran adalah simulasi orang yang diperankan
  6. Bercerita
  7. Dramatisasi adalah kegiatan mementaskan lakon atau cerita




Subunit 2
Strategi pembelajaran bahasa tulis

Hakikat membaca
Proses mebaca terdiri dari delapan aspek antara lain: (1) aspek sensoris yakni kemampuan untuk memahami symbol-simbol tertulis, (2) aspek perceptual, yakni aspek kemampuan untuk menginterpretasi apa yang dilihatnya sebagai symbol atau kata, (3) aspek sekuensial, yakni kemampuan mengikuti pola-pola urutan, logika, dan gramatikal. (4) aspek aosiasi, yakni aspek kemampuan mengenal hubungan antara symbol dan bunyi, dan antara kata-kata dan yang dipresentasikan, (5) aspek pengalama, yakni kemampuan menghubungkan kata-kata dengan pengalaman yang telah dimilikinya, (6) aspek berpikir, yakni kemampuan untuk membuat interferensi dan evaluasi dari materi yang dipelajari, (7) aspek belajar yakni kemampuan untuk mengingat apa yang telah dipelajari dan menghubungkan dengan gagasan dan fakta yang baru dipelajari. (8) aspek afektif, yakni aspek yang berkenaan dengan minat pembaca yang berpengaruh terhadap keinginan membaca.
Tujuan membaca
      Pembelajaran bahasa Indonesia di sd bertujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis.
Pembelajaran membaca pemahaman (Mp) dengan strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing (AMBT)
      Menurut stauffer dan manzo(dalam Eanes, 1997:127) strategi ambt merupakan strategi yang berguna untuk membimbing siswa berinteraksi dengan teks yang berlandaskan pada pendekatan proses membaca.
 Kegiatan pembelajaran prabaca.
      Aktivitas pada tahap prabaca memberi kesempatan kepada siswa untuk memecahkan suatu masalah dan langsung termotivasi untuk menguji kebenarannya dari bacaan.  kegiatan
 Kegiatan pembelajaran saatbaca.
      Membaca dalam hati siswa dapat menentukn ide pokok, dan menyimpulkan isi bacaan. Membaca dalam hati biasanya untuk kenikmatan atau kesenangan, oleh karena itu memerlukan ketenangan dan terbebas dari rasa tertekan.
Kegiatan pembelajaran pascabaca
      Aktivitas pasca baca adalah aktivitas pengajaran setelah siswa melakukan kegitan membaca.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar