Katak setan atau Beelzebufo ampinga (diambil dari
Beelzebub, yang berarti setan dalam bahasa Yunani dan bufo, berarti
katak dalam bahasa Latin. Ampinga berarti perisai untuk menunjukkan
ciri khas tubuhnya yang sekilas menyerupai baju baja) dengan panjang tubuh 40 centimeter dan berat 4,5 kilogram, ia
paling besar di antara spesies katak yang pernah hidup di Bumi. Katak
Goliath yang masih hidup di Afrika Barat hanya seberat 3,5 kilogram. Namun, ia tidak berkerabat dekat dengan katak Goliath, melainkan
dengan katak di Amerika Selatan yang disebut Ceratophyrs atau katak Pac
Man karena mulutnya yang besar. Keduanya sama-sama memiliki semacam
tanduk di kepalanya.
Minggu, 29 Januari 2012
Mengapa katak bernyanyi saat turun hujan
Dalam wujud berudu katak bernafas
dengan ingsang. Setelah dewasa bernafas dengan paru-paru. Akan tetapi paru-paru
katak tidak sempurna, katak tidak bisa
menggelembungkan paru-parunya sepertti hewan lain. Maka katak menggelembungkan
dan mengerutkan leher untuk menghirup bernafas, sehingga masih perlu bantuan
kulit untuk bernafas. Saat hujan seluruh permukaan kulit katak basah. Hal ini
membuat katak kesulitan bernafas. Katakpun terpaksa bekerja ekstra keras untuk
menggelembungkan dan mengerutkan lehernya untuk bernafas sehingga terciptalah
bunyi yang keras dari mulutnya. Semakin kers bunyi semakin besar pula udara
yang dapat diambil untuk bernafas.
Langganan:
Postingan (Atom)