Tampilkan postingan dengan label cerita rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita rakyat. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2018

cerita rakyat aceh - Mentiko Betuah

Mentiko Betuah

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang Raja yang kaya raya. Ia seorang Raja yang di senangi oleh rakyatnya. Ia sangat bijaksana dan baik hati. Namun, kebahagiaannya terasa kurang karena Raja dan Permaisurinya belum juga di karuniai seorang anak. Suatu hari, Raja di beritahukan oleh salah satu penasehat Kerajaan untuk pergi ke Hulu Sungai, dan meminta sebuah permohonan. Akhirnya, Raja mengajak Permaisuri untuk pergi ke Hulu Sungai untuk membuat permohonan agar di karuniai seorang anak.
Tempat yang mereka tuju sangat jauh dari Kerajaan. Mereka harus menyebrangi sungai, naik dan turun gunung dan melewati hutan belantara. Setibanya di tempat tujuan, mereka langsung membuat permohonan agar segera di karuniai seorang anak. Setelah, membuat permohonan mereka kembali ke Istana dan berharap permohonan tersebut segera terkabul.

Cerita Rakyat Aceh – Sepasang Batu di Tepi Danau Laut Tawar

Pada zaman dahulu kala di negeri Aceh. Hiduplah sepasang suami istri dengan anak perempuannya yang cantik jelita, Selain cantik, Dia juga tergolong anak yang rajin dan sangat menyayangi keluarga.
Kecantikan gadis tersebut terdengar sampai ke negeri seberang lautan. Seorang pemuda tampan yang berasal dari keluarga terhormat datang ke desa dimana sigadis tinggal. Si pemuda mengajukan pinangannya untuk memperistri si gadis. Si gadis tidak semerta-merta menerima pinangan itu, ia harus berembuk dahulu dengan keluarganya.
“Tampaknya, ia pemuda yang baik dan bertanggung jawab.Sikapnya santun dan bersahaja. Pantas kiranya ia menjadi suamimu.” Kata ayah si Gadis.

Rabu, 20 Mei 2015

ASAL USUL KALI GAJAH WONG


Konon menurut cerita yang dimitoskan oleh masyarakat Yogyakarta Selatan, terjadilah suatu peristiwa yang sangat menakjubkan. Yakni terjadinya sungai Gajah Wong pada zaman kerajaan Mataram yang diperintah oleh Raja Sultan Agung.

Kali Gajah Wong adalah sebuah kali yang terletak ditengah-tengah kota kecamatan Kotagede. Panjang kali ini tak lebih dari 20 kilometer.

Pada abad ketujuhbelas, kali ini merupakan kali yang kecil. Masyarakat di situ menyebutnya sebuah kalen, yang artinya kali kecil. Dan kebetulan airnyapun hanya gemercik mengalir sedikit sekali.
 
Pada suatu hari Sultan memanggil seorang Pawang Gajah.