Minggu, 11 Oktober 2015

Pola pikir adalah ....

Pola Pikir atau mindset adalah sekumpulan kepercayaan (belief) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya.  (Adi W. Gunawan dalam Yoga, 2008). 
Adi meyakini bahwa belief menentukan cara berpikir, berkomunikasi dan bertindak seseorang.  Dengan demikian jika ingin mengubah pola pikir, yang harus diubah adalah belief atau kumpulan belief.  Dweck, 2008, mengatakan  bahwa “Pandangan yang orang adopsi untuk dirinya sangat mempengaruhi cara orang tersebut mengarahkan kehidupan”.  Artinya kepercayaan atau keyakinan seseorang memiliki kekuatan yang dapat mengubah pikiran, kesadaran, perasaan, sikap, dan lain-lain, yang pada akhirnya membentuk kehidupannya saat ini.

Jenis-jenis Pola Pikir
Carol S. Dweck, 2008 dalam bukunya Change Your Mindset – Change Your Life, mengatakan bahwa pada dasarnya ada dua jenis pola pikir manusia, yaitu pola pikir tetap dan pola pikir berkembang.  Ciri-ciri dari kedua jenis pola pikir tersebut diantaranya sebagaimana tertera pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Perbedaan Orang yang Berpola Pikir Tetap dan Pola Pikir Berkembang
NO
POLA PIKIR TETAP
POLA PIKIR BERKEMBANG
1
Sibuk membuktikan kehebatan dirinya.
Tidak punya kepentingan untuk membuktikan diri mereka.  Mereka hanya melakukan apa yang mereka cintai.
2
Menggunakan segala cara untuk mencapai sukses.
Meyakini bahwa mengelak, curang, dan menyalahkan orang lain bukanlah resep untuk sukses.
3
Defensif bila orang lain menunjukkan kesalahannya.
Berani mengakui kesalahan, dan mengambil lebih banyak manfaat dari umpan balik yang ia dapatkan.
4
Ingin menjadi satu-satunya ikan besar.
Tidak akan menegaskan statusnya dengan merendahkan orang lain.  Ia tidak akan menghalangi karyawan yang berkinerja tinggi, dan tidak menganggap karyawan tersebut adalah ancaman baginya.
5
Lebih fokus pada kekuasaannya ketimbang kesejahteraan karyawannya. 
Peduli terhadap pengembangan personil. Bertanggungjawab atas proses-proses yang membawa kesuksesan, dan mempertahankannya
6
Semua keberhasilan karena dirinya.
Tidak senang disebut sebagai orang pertama. Mereka akan mengatakan, “Hampir semua yang telah saya lakukan dalam hidup dapat terselesaikan berkat kerjasama dengan orang lain...”
7
Pendapatnya yang paling benar
Menumbuhkan pandangan-pandangan alternatif dan konstruktif, mempersilahkan karyawannya untuk mengambil sudut pandang yang berbeda, sehingga ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam posisinya

Setelah melihat tabel ini, kira-kira termasuk yang manakah anda..?
Setelah memahami pengertian pola pikir, kedepan kita perlu memahami faktor-faktor apa sajakah yang dapat memengaruhi pola pikir seseorang.  Nantikan postingan saya berikutnya...

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA PIKIR


Sedikitnya ada empat faktor yang mempengaruhi pola pikir seseorang, yaitu lingkungan keluarga, pergaulan dengan masyarakat, pendidikan, dan sistem kepercayaan atau keyakinan.

1.      Lingkungan Keluarga
Keluarga yang mengembangkan kebiasaan makan bersama, membaca buku, mematikan lampu setelah selesai digunakan, dan kebiasaan positif lainnya, akan menghasilkan anggota keluarga yang memiliki pola pikir yang terwarnai oleh nilai-nilai yang dibangun bersama oleh keluarga tadi.
Pola pikir seseorang yang berasal dari keluarga yang sarat dengan sistem nilai positif, dipastikan akan lebih unggul dari keluarga yang tidak atau kurang membangun sistem nilainya.

2.      Pergaulan dengan Masyarakat
Aparatur yang banyak berteman dengan pengusaha, cenderung memperlihatkan pola pikir seperti pengusaha.  Aparatur yang berteman dengan politikus, cenderung akan mengikuti gaya berpikir politikus.  Aparatur yang berteman dengan tukang rumpi, dia akan tertular dengan kegatalannya para perumpi.  Dan, bila seorang aparatur berteman dengan orang yang shalih, diapun cenderung akan mengadopsi sifat-sifat dan cara berpikir orang shalih tersebut.  Konsekuensinya, bila seorang aparatur ingin memiliki pola pikir yang baik, ia akan berhati-hati dalam memilih teman.  

3.      Pendidikan
Pendidikan adalah solusi terbaik untuk membentuk pola pikir yang unggul.  Seorang aparatur tidak akan membiarkan waktunya berlalu tanpa membaca buku.  Ia akan rajin men-charge dirinya sendiri melalui seminar-seminar yang bermanfaat.  Ia akan gunakan internet untuk mencari berbagai informasi yang dapat mendukung karirnya sebagai seorang aparatur.  Ia akan berusaha untuk meningkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, bukan karena selembar ijazah atau kebanggaan menyandang sederet gelar akademik, tapi karena kesadaran untuk terus meningkatkan kompetensi diri.  Iapun Ia tidak akan membiarkan dirinya menonton TV lebih dari satu jam sehari.

4.      Sistem Kepercayaan (Belief System)
Para pembaca yang budiman,
Faktor yang paling dominan mempengaruhi pola pikir adalah sistem kepercayaan atau keyakinan seseorang (belief system).  Bukti sangat kuat bahwa sistem keyakinan memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap pola pikir seorang aparatur, adalah ketika ia dihadapkan pada peluang melakukan korupsi.  Satu-satunya yang sanggup mencegah perbuatan tersebut bukanlah sanksi dari atasan, KPK, Kejaksaan, atau dari Kepolisian.., tetapi rasa takutnya kepada Tuhannya. Bahwa suatu hari nanti, setiap orang akan dibalas sesuai dengan apa yang diperbuatnya.  Ia merasa tidak akan sanggup menghadapi murka Tuhan Yang Maha Keras siksanya atas korupsi yang ia lakukan.  Ia juga sadar bahwa azab neraka, bukanlah akhir kehidupan yang baik.
Belief System, atau sistem kepercayaan, atau sistem keyakinan, juga mampu mengarahkan seorang Aparatur untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua orang yang berurusan dengannya, baik itu masyarakat, atasan, bawahan, atau kolega. 
Seorang Aparatur yang mempunyai mental senang, ikhlas, dan antusias dalam melayani, berkeyakinan bahwa semua itu ia lakukan semata karena ia ingin bermanfaat bagi manusia lainnya.  
Ia meyakini bahwa apa yang ditabur akan dituai, artinya pelayanannya kepada masyarakat bukan sekedar melaksanakan tugas, tapi juga investasi yang sangat bernilai untuk akhiratnya kelak.  Investasi yang dapat menghantarkannya kepada hadiah yang paling dinanti umat manusia sedunia, ...surga !! – the most most beautiful place, where anybody in it are allowed to do and to get anything they want. A Place that never imagine before.
Bila dalam sebuah lembaga ditemukan aparatur yang selalu disiplin, berkinerja baik, bertanggungjawab, selalu berusaha meningkatkan kompetensinya, berusaha melayani pimpinan, kolega, bawahan, dan masyarakatnya dengan pelayanan yang terbaik, sangat boleh jadi ia adalah aparatur yang memiliki pola pikir akhirat, belief system yang menurut kami tiada tandingannya.